Avant Story: Saya suka coklat……
London, 8 September 2002
Hari ini hari sabtu. Cuaca di London begitu dingin. Aku tidak bergerak kemana-mana selain di depan perapian. Dan alfred tahu apa yang bisa membuatku begitu senang dalam keadaan dingin seperti ini. segelas coklat panas. Dan tentu saja coklatnya harus yang terbaik. Aku selalu meminta coklat panas kepada alfred setiap hari walaupun cuaca tidak dingin. Ibu dan ayah sering memarahiku karena tingkahku ini. dan terkadang James sendiri yang suka mengadukan tindakanku ke ayah dan ibu. Aku tidak suka itu.
Karena pagi ini cuaca begitu dingin dan ayah serta ibuku sedang bepergian keluar, aku hanya tinggal bertiga dengan alfred dan james. Dari tadi aku tidak melihat james. Mungkin dia sedang tidur. Lebih baik dia seperti itu daripada mengganggu indahnya pagiku. Aku menyalakan televisi dan menonton acara untuk anak-anak seumuranku. Pagi ini ada Kisah Sang Penyihir dan Bola Ajaibnya, Petualangan Doraemon, dan pertunjukan seni melipat kertas. Aku menyuruh alfred untuk membawakanku kertas lipat yang ada di kamarku dan juga sebatang coklat yang ada di dalam lemari es. Ketika alfred kembali, dia hanya membawa kertas lipatku.
“kenapa coklatnya tidak ada, alfred?”
“maafkan saya, tuan muda. Ternyata kita kehabisan coklat batangan. Saya akan pergi sebentar untuk membelinya.” Aku memasang wajah cemberut. Tidak biasanya kami kehabisan coklat. Berarti ada satu orang yang mengambil semua coklat yang ada di lemari es. Alfred melangkah keluar dari rumah setelah mengenakan pakaian hangat dan sepatunya. Aku kembali menikmati tayangan televisi dan mencoba berbagai gerakan yang ditampilkan. Aku sempat terjatuh beberapa kali ketika meniru gerakan tarian di Kisah Penyihir dan Bola Ajaibnya dan melempar gumpalan kertas karena gagal membuat lipatan angsa dan ikan yang ditunjukkan. Aku akhirnya mematikan televisi dan berdiam diri melihat ke luar. Orang-orang tidak ada yang berada di luar. Mereka semua tampak sedang menikmati pemanasan rumah mereka dengan bermain. Aku ingin sekali bermain ke sana, tapi biasanya alfred melarangku keluar rumah jika cuaca begitu buruk. Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil permainan monopoliku dan mengajak james bermain.
“james, ayo kita main monopoli.”
“kakak main saja dengan yang lain. Aku sedang tidak ingin bermain.”
“ayolah, james. Alfred sedang keluar rumah. Ramia sekarang sedang memasak. Sedangkan yang lainnya tidak begitu mengerti bagaimana bermain monopoli.”
“ah, kakak, aku kan sedang tidak ingin bermain. Kakak bermain sendiri saja.”
“james mandrake, dengarkan kata-kataku dan ayo kita bermain.” Tidak ada lagi kata-kata james dari dalam kamarnya. Akhirnya aku memutuskan untuk menikmati monopoli sendirian saja.
Filed under: Uncategorized | Leave a Comment »